Ayah, siang ini aku duduk disalah satu bangku kampus. Tidak sendiri. Tapi bersama dengan yang lain, yang lain yang belum aku kenal. "Mengapa kau tak mengenalnya Nak?" Karena mereka bukan teman satu fakultasku. Sebuah pemikiran yang bodoh Yah... Aku tak mengenal karena mereka kurasa bukan temanku. Yah hari ini tentang teman,.. Masih sama dengan tema dulu-dulunya... TEMAN. Ayah, aku rasa aku tak memilikinya, aku teruse berpikir begitu. Aku bigung bagaimana harus berteman... Teman, itu apa dan harus bagaimana???
Tapi walaupun aku belum menemukan defenisinya, sepertinya pertemanan itu proses... Proses yang hanya dnegan berjalannya waktu aku baru mengetahui apa itu TEMAN. Aku menjalaninya, aku berteman, aku merasakan kehadiran teman, aku membutuhkan teman,... tapi Yah.... Saat aku ingin bercerita mereka tak ada, "Tak ada atau tak pernah kau anggap ada?" Entahlah, aku pun takut pada pikiranku sendiri, benarkah mereka tak ada. Atau aku terperangkap dalam kekosongan... Hingga aku merasa ada yang hilang dan menjauh, dan aku tak bisa menceritakan ceritaku pada mereka...
Yah... Aku harus bercerita pada siapa? Teman? Ayah? atau Tuhan?
Bagaimana aku paham harus bercerita pada siapa... Saat aku datang mereka seolah mengatakan semua kesalahanku,... Bukan aku tak mau tahun, tak mau merasakan apa yang mereka rasakan. Bukan aku tak pernah berbagi...
Ayah aku tahu ini tak sulit, tapi aku hanya terperangkap pada 'sulit'ku sendiri... tapi... Aku tak tahu Yah, sepertinya cerita ini tak akan aku beri ujung'sementara waktu....