Jika ini cinta,
tuntunlah ia kejalanku…
Ha Na…. (1)
![]() |
| Google.com |
Jika dulu dia membutuhkan sekian menit hanya untuk mengingat namaku, tapi sekarang di
tiap detiknya, namaku selalu terukir di memori hatinya, katanya.
“Jika bisa memutar waktu, aku memilih tak melihatmu
waktu itu, aku pilih hidup dalam kegelapan”
Jika dalam gelap mungkin aku lebih sanggup melewati
hariku dengannya, tak melihat raut wajahnya. Jika waktu yang kuhabiskan selalu
memintaku bersamanya, apa yang harus kulakukan pada jemari lemah yang kini
menggemgam tanganku dengan erat. Yang dilihatnya sekarang hanya wajahku, walau
kami kini tengah melewati hamparan ilalang.
Kami lewatkan waktu dalam diam, tangannya kembali
menggenggam erat jemariku.
“Cinta telah menuntunku kejalanmu” katanya tegas di
temaram senja yang meragu.
“Ya”. Hanya itu yang mampu ku katakan.
Jika kau meminta kejujuran, kuharap kau tak terlahir
dengan mata indahmu itu. Hingga tak ada langkah yang menuntun kita bertemu
dalam sudut cerita senja ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar