Jumat, 11 Desember 2015

Princess Lee

Jika ini cinta, tuntunlah ia kejalanku…

Ha Na…. (1)

Google.com
Dia memanggilku seperti mengharapkan salju di musim semi. Seperti anak bayi yang baru terbangun dari tidur panjangnya. Jika ku terus berandai seperti apa dia memanggilku. Dia memanggilku seperti Ha Na, Matahari di tengah salju.
Jika dulu dia membutuhkan sekian menit  hanya untuk mengingat namaku, tapi sekarang di tiap detiknya, namaku selalu terukir di memori hatinya, katanya.
“Jika bisa memutar waktu, aku memilih tak melihatmu waktu itu, aku pilih hidup dalam kegelapan”
Jika dalam gelap mungkin aku lebih sanggup melewati hariku dengannya, tak melihat raut wajahnya. Jika waktu yang kuhabiskan selalu memintaku bersamanya, apa yang harus kulakukan pada jemari lemah yang kini menggemgam tanganku dengan erat. Yang dilihatnya sekarang hanya wajahku, walau kami kini tengah melewati hamparan ilalang.
Kami lewatkan waktu dalam diam, tangannya kembali menggenggam erat jemariku.
“Cinta telah menuntunku kejalanmu” katanya tegas di temaram senja yang meragu.
“Ya”. Hanya itu yang mampu ku katakan.

Jika kau meminta kejujuran, kuharap kau tak terlahir dengan mata indahmu itu. Hingga tak ada langkah yang menuntun kita bertemu dalam sudut cerita senja ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar